Ternate,Sijege.id — Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPW Gekrafs) Maluku Utara sukses menyemarakkan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026.
Lewat kegiatan bertajuk Kololi Benteng yang melibatkan 50 peserta, Gekrafs Malut hadir untuk mengangkat potensi budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Menurut Imran Guricci Ketua DPW Gekrafs Malut, Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Maluku Utara melalui pendekatan yang kreatif dan partisipatif.
“Hari Ekonomi Kreatif Nasional yang diperingati setiap 24 Oktober merupakan hasil perjuangan panjang Gekrafs sejak 2022. Peringatan ini resmi ditetapkan melalui keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, pada 18 Oktober 2023,” ujar Imran dalam rilismya.
Memasuki tahun keempat perayaannya, Hekrafnas 2026 diselenggarakan secara serentak di tujuh provinsi di Indonesia serta 17 negara. Mengusung semangat kolaborasi yang luas, Gekrafs menggandeng pelaku industri kreatif, komunitas, pemerintah, hingga pemangku kepentingan global untuk memperkuat identitas budaya dan membuka peluang usaha baru.
Sementara itu Andira Falestiya Koordinator Kegiatan Kololi Benteng mengatakan, kegiatan Kololi Benteng dari tanggal 21 – 24 Oktober 2026 bertempat di Benteng Oranje, untuk membuktikan bahwa kearifan lokal, sejarah, dan tradisi daerah memiliki potensi besar.
“Jika dikemas secara inovatif, kekayaan budaya ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, baik melalui seni pertunjukan, kriya, fesyen, kuliner, fotografi, konten digital, hingga pariwisata berbasis budaya,” ujarnya.
Libatkan Generasi Muda untuk Pelestarian Budaya
Keterlibatan 50 audiens dalam kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa memiliki, memperkuat apresiasi terhadap warisan budaya, sekaligus mendorong anak muda Maluku Utara untuk aktif mengembangkan identitas daerahnya.
“Penyelenggaraan Kololi Benteng ini sekaligus menegaskan bahwa gerakan ekonomi kreatif tidak hanya berorientasi pada penciptaan produk semata, melainkan juga pemberdayaan komunitas dan penguatan karakter daerah,” lanjut Andira.
Melalui aksi nyata ini, DPW Gekrafs Maluku Utara berharap kekayaan budaya lokal tidak sekadar dijaga sebagai warisan masa lalu, tetapi terus dikembangkan menjadi daya ungkit nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi kreatif Indonesia di kancah nasional maupun internasional. (Erita)




Comment