SIJEGE.ID, JAKARTA – Kelangkaan dan fluktuasi harga minyak goreng di Maluku Utara menjadi perhatian serius. Merespons aspirasi masyarakat di lapangan, Sherly Tjoanda melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, pada Senin (11/03).
Dalam pertemuan tersebut, Sherly menyampaikan kondisi terkini di pasar-pasar tradisional Maluku Utara, di mana harga minyak goreng, khususnya merek Minyakita, terpantau masih sering dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
”Minggu lalu saya turun langsung ke pasar dan menerima aspirasi masyarakat terkait harga minyak goreng yang masih di atas HET. Hal ini kami sampaikan sebagai bagian dari koordinasi pusat-daerah, agar distribusi pangan semakin efektif dan tepat sasaran,” ungkap Gubernur Sherly.
Fokus utama diskusi tersebut adalah mengenai stabilisasi harga dan kelancaran rantai distribusi pangan menuju wilayah kepulauan Maluku Utara. Ada tiga poin krusial yang akan didorong ke depannya:
- Penguatan pengawasan distribusi mulai dari tingkat produsen hingga ke pedagang di pasar.
- Penyaluran yang lebih transparan agar bantuan pangan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
- Kepastian alokasi kuota Minyakita untuk Maluku Utara agar tersalurkan secara maksimal dan merata.
Gubernur Sherly menegaskan bahwa komitmen utama dari koordinasi ini adalah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan harga yang terjangkau.
”Komitmen kami sederhana: pangan tersedia, harga terjangkau, dan masyarakat terlindungi,” tegasnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut kemudian ditutup dengan sesi buka puasa bersama keluarga besar Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Langkah proaktif ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menekan angka inflasi pangan di Maluku Utara, khususnya selama bulan suci Ramadan. (Erita)
Comment