Infrastruktur
Home / Infrastruktur / Gubernur Sherly Komitmen Percepatan Elektrifikasi Desa, di Wilayah Terpencil dan Kepulauan.

Gubernur Sherly Komitmen Percepatan Elektrifikasi Desa, di Wilayah Terpencil dan Kepulauan.

TERNATE,Sijege.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memastikan pada Tahun 2027, seluruh desa di wilayah Maluku Utara yang belum teraliri listrik akan menikmati akses listrik.

Komitmen ini disampaikan saat pertemuan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, dalam rangka percepatan elektrifikasi desa, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, dan masa depan. Kami tidak ingin lagi ada anak-anak Maluku Utara yang harus belajar dalam gelap,” pungkasnya.

Gubernur Sherly menegaskan, persoalan kelistrikan di Maluku Utara tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan daya, tetapi lebih pada tantangan perluasan jaringan listrik ke daerah yang sulit dijangkau.

“Secara sistem, kelistrikan di kabupaten dan kota sudah aman. Tantangan terbesar kami adalah membangun jaringan listrik yang menghubungkan desa-desa yang terisolasi,” ujar Gubernur Sherly.

Gubernur Sherly Kawal Penuh Program ‘Sekolah Rakyat’ Presiden Prabowo di Maluku Utara

Berdasarkan pemaparan PLN, pembangunan jaringan listrik baru serta rehabilitasi jaringan lama telah dimulai sejak Oktober 2025.

Sebanyak 41 desa ditargetkan dapat menikmati pasokan listrik yang stabil pada Maret 2026, disusul 26 desa lainnya yang mulai dikerjakan pada April 2026. Sementara itu, 14 desa sisanya yang hingga kini masih gelap ditargetkan rampung pada 2027.

Lebih lanjut Gubernur Sherly menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengawal dan memantau pelaksanaan proyek tersebut agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Puluhan tahun desa-desa ini menunggu. Kami tidak ingin ada lagi penundaan. Jadwal yang sudah disusun harus dipatuhi dan dieksekusi tepat waktu,” tegasnya.

Khusus untuk wilayah Halmahera Utara, Ia mengungkapkan daya terpasang saat ini mencapai 21 megawatt (MW).

Kasus Suap Pajak PT Wanatiara Persada Oleh KPK, Tak Ada Kaitan Gubernur Sherly

PLN berencana menambah kapasitas sebesar 8 MW pada Desember 2025, serta 10 MW dan 20 MW pada Maret 2026, sehingga total kapasitas daya diperkirakan mencapai 51 MW.

“Meskipun saat ini kita masih mengandalkan genset pinjaman, sistem kelistrikan tetap aman. Dengan penambahan daya, kelistrikan di wilayah ini diharapkan semakin stabil,” jelasnya.

Meski demikian, sejumlah wilayah di Maluku Utara masih belum sepenuhnya teraliri listrik, di antaranya Halmahera Selatan, Pulau Obi, Kepulauan Joronga, Halmahera Barat, Pulau Sula, dan Pulau Taliabu.

Sementara itu, wilayah Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai telah mencapai 100 persen elektrifikasi.

Menanggapi keluhan warga terkait pemadaman listrik di wilayah yang telah berlistrik, Gubernur Sherly mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan gangguan melalui layanan pengaduan PLN.

Gubernur Sherly Gerak Cepat Gandeng BPJN dan BWS Cari Solusi Banjir di Halmahera Barat

“Pemadaman yang terjadi umumnya disebabkan oleh gangguan jaringan, bukan karena kekurangan daya,” ujarnya.

Gubernur Sherly menekankan bahwa akses listrik memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga pendidikan, ekonomi, dan masa depan. Kami tidak ingin lagi ada anak-anak Maluku Utara yang harus belajar dalam gelap,” pungkasnya. (Erita)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement