Ternate,Sijege.id – Pembangunan proyek drainase Milik Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara yang kontraknya berlokasi di Kelurahan Sango senilai Rp.349.085.000, sudah sesuai spesifikasi pekerjaan.
Pekerjaan ini juga mendapat apresiasi dari warga setempat, karena pembagunan drainase awalnya lewat Pagu Pemkot Ternate, dan hasilnya hanya separuh ruas jalan, drainase masih kurang volume, akibatnya saluran air belum berfungsi maksimal.
Menurut warga setempat Munira Sagaf, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas PUPR Malut, atas kelanjutan pembangunan drainase ruas jalan belakang antara Kelurahan Sango dan Tarau.

“Kami bersyukur sekali, karena sudah usulan warga sejak lama. Awalnya saluran drainase bangun setengah ruas jalan, itu kalo tidak salah dibangun APBD Kota Ternate, tapi dilanjutkan pembangunannnya oleh PUPR Provinsi Malut, lanjutan 231 meter, dan sangat berdampak baik bagi warga sekitar pemukiman, yang awalnya tidak memiliki drainase”, ujar Munira.
Soal ada polemik lokasi proyek drainase, warga dan Kelurahan Sango juga ikut memantau aktif, pihak ketiga dalam pelaksaana pekerjaan, dari penyediaan tukang dan kualitas proses pembangunan seluruhnya dipantau warga, sejauh ini menurut Munira yang juga mantan Anggota DPRD Kota Ternate, pekerjaannya sangat baik.
Secara tekhnis juga dijelaskan oleh Direksi Pekerjaan PUPR Provinsi Bidang Cipta Karya PUPR Malut, bahwa pekerjaan dilakukan sejauh ini karena permintaan dari pihak warga dan Kelurahan Sango, titik lokasi yang dilaksanakan pelaksana CV. Almeera, sudah sesuai hasil koordinasi dan permintaan titik dari pihak Kelurahan Sango.
“Ini langsung permintaan dari warga dan Kelurahan Sango, soal penempatan titik memang itu lanjutan pekerjaan saluran drainase sebelumnya karena belum selesai, fungsinya agar mengatasi aliran saluran air dapat berfungsi maksimal,” ujar Direksi.
Sementara itu Munira Sagaf yang juga mantan Anggota DPRD Kota Ternate, menjelaskan, bahwa lokasi proyek satu ruas jalan.
“Karena memang lokasi awal dibangun lewat APBD Kota Ternate, di Kelurahan Sango jalur drainasenya dibangun tanpa pembuangan induk, maka lewat alokasi APBD Provinsi, jalurnya harus di bangun antara dua sisi ruas jalan, yang ada di Kelurahan Sango dan Tarau, dan sangat membantu warga setempat,” tegas Munira.
“Tidak ada yang berpolemik, justru sebagai perwakilan Warga Sango dan Tarau kami sangat bersyukur, untung PUPR Provinsi Malut berikan perhatian dan selesaikan lanjutan pekerjaan drainasenya tersebut, supaya berfungsi untuk kepentingan warga secara luas,” tegas Munira. (Ifan)
Comment