TERNATE, Sijege.id – Ada yang menarik dari dinamika menjelang pendaftaran calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku Utara kali ini.
Kontestasi tidak melulu diisi dengan hitung-hitungan politik praktis atau lobi bisnis di hotel mewah.
Figur pengusaha muda, Rusdi Yusup (RY), justru memilih melangkah ke Pendopo Kraton Kesultanan Ternate pada Jumat malam (28/05) untuk menemui Sultan Ternate.
Pertemuan hangat yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIT, bukan sekadar sowan biasa. Di kalangan pengusaha dan tokoh masyarakat Maluku Utara, langkah RY ini dinilai sebagai strategi cerdas untuk membangun energi persatuan, sekaligus menjembatani dunia usaha modern dengan nilai-nilai kultural masyarakat lokal.
KADIN Inklusif: Menjadikan Budaya sebagai Fondasi Ekonomi
Dalam perbincangan penuh kekeluargaan itu, Rusdi Yusup menegaskan visinya untuk membawa KADIN Maluku Utara ke arah yang lebih inklusif dan terbuka.
Ia meyakini bahwa kemajuan ekonomi daerah tidak akan bisa berdiri kokoh jika berjalan sendiri tanpa restu dan sinergi dengan institusi adat serta tokoh masyarakat.
”Silaturahmi ini adalah bentuk penghormatan kepada para tokoh daerah dan institusi adat yang memiliki peran besar dalam menjaga nilai persatuan. Dunia usaha harus tumbuh sejalan dengan nilai budaya dan semangat persaudaraan,” ungkap Rusdi usai pertemuan.
Langkah ini membawa pesan edukatif yang penting bagi publik, bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi di daerah se-kaya Maluku Utara wajib menghormati stabilitas sosial dan kearifan lokal.
Bisnis yang sukses bukan hanya tentang mencetak profit, melainkan bagaimana industri mampu membaur dan menghidupkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Lebih dari sekadar kompetisi organisasi, menjelang pendaftaran Ketua KADIN Maluku Utara yang kian dekat, tensi kompetisi biasanya mulai memanas.
Namun, pendekatan RY yang aktif membangun komunikasi lintas kelompok—mulai dari pengusaha muda, komunitas adat, hingga tokoh masyarakat—menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi.
Suasana santai di Pendopo Kraton malam itu diisi dengan diskusi ringan namun berbobot mengenai masa depan ekonomi daerah. Banyak pihak menilai, apa yang dilakukan Rusdi Yusup mengubah wajah kontestasi KADIN.
Pemilihan ketua tidak lagi dipandang sebagai ajang perebutan kursi semata, melainkan panggung adu gagasan besar demi mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang kuat dan berkelanjutan.
Bagi RY, membangun modal sosial (social capital) lewat hubungan baik dengan seluruh elemen daerah adalah langkah awal yang mutlak. Dengan begitu, siapa pun yang memimpin nanti, KADIN benar-benar bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun perekonomian Maluku Utara ke depan. (Sj/Erita).




Comment