TERNATE, sijege.id – Fraksi NasDem DPRD Kota Ternate menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pulau terluar. Kali ini, Kecamatan Pulau Hiri menjadi fokus utama untuk ditetapkan secara permanen sebagai kawasan destinasi pariwisata dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Ternate Tahun 2026-2046.
Langkah strategis ini dipertegas saat jajaran Fraksi NasDem melakukan kunjungan kerja bersama Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara ke Kantor Kecamatan Pulau Hiri, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan pihak kecamatan, kelurahan (Faudu dan Tomajiko), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga kelompok nelayan setempat.
Kawasan Pariwisata Paripurna
Wakil Ketua Fraksi NasDem sekaligus Anggota Pansus RTRW, Nurlaela Syarif, menegaskan bahwa potensi Pulau Hiri tidak perlu diragukan lagi. Menurutnya, Hiri memiliki modal alam yang lengkap untuk menjadi magnet wisatawan.
”Pulau Hiri memiliki potensi pariwisata yang paripurna. Mulai dari ekosistemnya, sumber daya alam bahari, hingga spesies endemik yang memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan mancanegara maupun domestik,” ujar Nurlaela.
Ia menambahkan, meski Pulau Hiri sudah masuk dalam dokumen RPJMD dan revisi RTRW 2026-2046, penetapan lokasi dan objek spesifiknya masih perlu dioptimalkan. Pansus DPRD berencana memberikan masukan strategis kepada Tim Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate sebelum Perda RTRW disahkan untuk memastikan keberlanjutan Hiri sebagai zona wisata selama 20 tahun ke depan.
Bukan Sekadar Wacana, Butuh Aksi Nyata
Senada dengan Nurlaela, Sekretaris Fraksi NasDem yang juga putra asli Pulau Hiri, Julkifli Hasan, mendesak Pemkot Ternate agar tidak setengah hati dalam mengelola potensi Hiri. Ia menekankan pentingnya konsistensi pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
”Kami di DPRD sangat serius. Kami berharap Pemkot menindaklanjuti ini dengan kebijakan yang konkret. Jangan hanya di atas kertas, tapi harus ada konsistensi pembangunan,” tegas Julkifli.
Comment