Intervensi Realita
Home / Realita / Menjelang Idul Adha 1447 H, Pemprov Malut Siap Distribusi Sapi Kurban Berkualitas ke Kabupaten/Kota

Menjelang Idul Adha 1447 H, Pemprov Malut Siap Distribusi Sapi Kurban Berkualitas ke Kabupaten/Kota

TERNATE, SIJEGE.ID – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) bergerak cepat dalam memastikan kesiapan ibadah kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Saat ini, program pengadaan hewan kurban telah memasuki tahapan penyaluran ke seluruh wilayah Maluku Utara.

Pemprov Malut mengedepankan sistem yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Melalui pagu anggaran sekitar Rp2 miliar yang melekat pada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Malut, proses pengadaan dilakukan melalui mekanisme tender terbuka e-katalog melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).

Langkah digital ini diambil untuk memastikan seluruh proses bebas dari potensi kecurangan dan sesuai dengan standar spesifikasi yang ketat.

​Tender pengadaan tersebut dimenangkan oleh CV Mega Pratama Lestari, sebuah perusahaan yang memiliki klasifikasi resmi di bidang penyediaan hewan ternak.

Belajar Kedaulatan Pangan dari Falsafah ‘Kie se Gam’ Ternate

​Kuota Naik, Fokus pada Transparansi Distribusi

​Kepala Biro Kesra Setda Malut, Asrul Gailea, menjelaskan bahwa ada peningkatan kuantitas kuota hewan kurban tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Total sebanyak 90 ekor sapi siap didistribusikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) penentuan kuota dan titik lokasi penerima.

​Berikut adalah rincian peta sebaran distribusi 90 ekor sapi kurban di 10 kabupaten/kota Maluku Utara:

​Kota Ternate: 19 ekor
​Kota Tidore Kepulauan: 14 ekor
​Kabupaten Halmahera Selatan: 11 ekor
​Kabupaten Kepulauan Sula: 10 ekor
​Kabupaten Halmahera Barat: 6 ekor
​Kabupaten Halmahera Utara: 6 ekor
​Kabupaten Halmahera Timur: 6 ekor
​Kabupaten Halmahera Tengah: 6 ekor
​Kabupaten Pulau Morotai: 6 ekor
​Kabupaten Pulau Taliabu: 6 ekor

Pemprov Malut Siap Distribusi 90 Hewan Kurban

​Edukasi Kurban: Menjaga Kualitas Melalui Pengawasan Berlapis

​Pemprov Malut menegaskan bahwa peningkatan jumlah hewan kurban ini wajib dibarengi dengan kualitas yang mumpuni.

“Bukan hanya jumlah, namun kualitas hewan kurban dipastikan harus sesuai standar peternakan, baik kesehatan sapi dan berat sapi harus sesuai,” ujar Asrul Gailea.

​Untuk menjamin kelayakan ibadah, Biro Kesra Malut menerapkan tiga pilar pengawasan berlapis terhadap hewan kurban tahun ini:

​Standar Bobot Riil (Aspek Fisik): Setiap sapi yang didistribusikan wajib memiliki berat riil yang ideal, yakni berkisar antara 85 hingga 100 kilogram.

Kasus HIV/AIDS di Ternate Mengkhawatirkan, Nurlaela Syarif Desak Kewaspadaan Kolektif dan Benahi Stok Obat

​Jaminan Kesehatan (Aspek Klinis): Seluruh sapi harus lolos pemeriksaan medis ketat oleh dokter hewan dan Dinas Peternakan Maluku Utara. Hal ini penting guna memastikan hewan bebas dari penyakit menular (seperti PMK atau LSD) sebelum dikonsumsi masyarakat.

​Kualifikasi Syariat (Aspek Keagamaan): Hewan kurban dipastikan memenuhi kriteria fikih Islam, seperti telah cukup umur (kupak gigi), tidak cacat fisik (tidak buta, pincang, atau kurus kering), dan dalam kondisi sehat.

​Berdasarkan hasil pantauan Karo Kesra Malut, di lokasi peternakan penyedia, seluruh sapi kurban saat ini berada dalam kondisi prima, terawat dengan baik, memiliki postur yang ideal, serta sangat layak secara klinis maupun syariat.

​Melalui komitmen keterbukaan proses dan pengetatan kualitas ini, Pemprov Malut berharap pelaksanaan ibadah kurban di Maluku Utara tahun ini dapat berjalan dengan lancar, membawa berkah, serta tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan. (Erita)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement