TERNATE, SIJEGE.ID – Di tengah gempuran modernisasi yang kian masif, mahasiswa Maluku Utara dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak pelestarian budaya.
Semangat inilah yang terpancar dalam gelaran CAMPOZOLA FEST yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Fakultas Hukum Universitas Khairun (Unkhair) Ternate.
Mengusung tema besar “The First Vibration” (Getaran Awal Festival), ajang kreativitas seni dan budaya ini sukses menyedot perhatian publik saat digelar di pelataran parkir Benteng Oranje, Ternate, Jumat malam (22/05/2026).
Ketua Panitia CAMPOZOLA FEST, Fathal Mubin M Putra, mengungkapkan bahwa festival ini menjadi batu loncatan penting untuk memantik daya kritis dan kreativitas mahasiswa.
”Kegiatan ini bertujuan mendorong mahasiswa agar terus kreatif dan meningkatkan kualitas diri dalam menghadapi era Society 5.0. Kita harus mampu melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal agar tetap hidup dan berjalan seiring dengan perkembangan zaman modern,” ujar Fathal.
Kolaborasi Generasi Muda dan Politik untuk Pelestarian Cagar Budaya
Salah satu agenda yang paling memikat perhatian adalah sesi Talkshow edukatif bertajuk “Film Lokal Ternate: Karya Ada Industri Tidak”.
Diskusi ini menghadirkan Anggota DPRD Kota Ternate, Nurlaela Syarif, yang memberikan apresiasi tinggi atas keberanian mahasiswa membuka ruang dialog terbuka.
”Terima kasih atas undangannya. Ini artinya teman-teman generasi muda tidak alergi dengan politik. Kami di legislatif selalu siap berkolaborasi demi pelestarian cagar budaya dan pemajuan kebudayaan di kalangan generasi muda Ternate dan Maluku Utara,” ungkap Nurlaela hangat.
Nurlaela juga mengingatkan bahwa masa depan cagar budaya, dan pemajuan kebudayaan Ternate sangat bergantung pada support system dan keterlibatan aktif generasi muda dalam perencanaan pembangunan daerah.
”Tantangan generasi hari ini berat karena budaya dan sejarah Ternate mulai terkikis zaman. Kami mengajak anak muda mengambil peran nyata, salah satunya melalui karya film lokal yang mengangkat tema sejarah dan budaya kita,” tambahnya.
Menantang Ekosistem Kreatif Sineas Muda
Selain menghadirkan sudut pandang regulasi dan kebijakan dari legislatif, talkshow ini juga membedah sisi industri kreatif bersama Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekraf) Maluku Utara, Imran Guraci, dan sineas lokal, Win Ilyas.
Ketiganya sepakat bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar memproduksi karya, melainkan bagaimana membangun ekosistem industri film lokal yang sehat dan berkelanjutan di Maluku Utara. Kehadiran wadah seperti CAMPOZOLA FEST diharapkan menjadi ‘getaran awal’ yang melahirkan sineas-sineas muda berbakat yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional. (SJG/Erita)
Comment