TERNATE,Sijege.id – Komitmen menjaga nyala api literasi dan kelestarian bahasa daerah terus digaungkan di Kota Ternate.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menyerahkan bantuan buku karya sastrawan dan penulis lokal kepada Komunitas Literasi Cabu Literasi Rempah di kawasan Cagar Budaya Benteng Oranje, Rabu (19/08/2026).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, didampingi Kasubbag Umum Nurul Istiqamallah, dan jajaran, juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Ternate.
Selain menyerahkan buku, kedatangan tim Balai Bahasa bertujuan memberikan pendampingan serta memotivasi penggiat literasi muda agar konsisten mengawal tiga pilar utama: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Apresiasi dan dorongan tata kelola, Nukman menyampaikan rasa bangganya terhadap dedikasi anak-anak muda Ternate yang memanfaatkan ruang sejarah Benteng Oranje sebagai wadah edukasi masyarakat.
Dedikasi Ruang Publik: Apresiasi tinggi diberikan kepada generasi muda yang merelakan waktu dan gagasannya demi memajukan pendidikan masyarakat berbasis cagar budaya.
Manajemen Data: Balai Bahasa mendorong Cabu Literasi Rempah untuk memperkuat tata kelola, mulai dari pendataan pengunjung, pencatatan minat baca, hingga pengelolaan inventaris buku perpustakaan masyarakat.
Komitmen Kolaborasi: Balai Bahasa siap memberikan dukungan berkelanjutan melalui program-program produktif dan kolaboratif demi memperkuat ekosistem baca di Ternate.
Inovasi Literasi dan Pelestarian Bahasa Ibu
Inisiator Cabu Literasi Rempah, Erita Fitriana, menyambut hangat dukungan dari Balai Bahasa Maluku Utara.
Menurutnya, komunitas ini diisi oleh SDM yang tidak hanya fasih berbahasa asing, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap bahasa Ternate sebagai bahasa ibu.
Guna memperluas dampak positif, Cabu Literasi Rempah menyiapkan strategi baru untuk merangkul pelajar dan remaja:
Sinergi Sekolah: Membuka kolaborasi dengan pihak sekolah dari jenjang SD hingga SMA untuk menghadirkan suasana belajar outdoor yang santai dan menyenangkan.
Ruang Nongkrong Edukatif: Mengubah budaya kumpul-kumpul anak muda menjadi aktivitas berfaedah melalui cafe buku, program imun literasi, sehingga aktivitas membaca menjadi bagian integral dari gaya hidup remaja Ternate.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi angin segar bagi penguatan budaya baca sekaligus benteng pertahanan bagi kelestarian bahasa daerah, penguasaan bahasa asing dan pengunaan bahasa indonesia yang baik dan benar di Maluku Utara.(Sjg/Red)




Comment