TERNATE,Sijege.id — Menindaklanjuti insiden kecelakaan lalu lintas maut yang merenggut korban jiwa baru-baru ini, Komisi I DPRD Kota Ternate mengambil langkah tegas. Dalam waktu dekat, seluruh armada truk pengangkut barang yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani Ternate akan diwajibkan menjalani uji kelayakan (KIR).
Kebijakan preventif ini merupakan hasil kesepakatan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Komisi I DPRD Ternate, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, pihak Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta asosiasi penyedia jasa angkutan.
Ketua Komisi I DPRD Ternate, Muzakir Gamgulu, menegaskan bahwa sesuai regulasi yang berlaku, setiap kendaraan angkutan darat—mulai dari bus, truk boks, hingga dump truck—seharusnya wajib mengantongi uji kelayakan secara berkala setiap enam bulan sekali.
”Selama ini, uji kelayakan untuk armada yang beroperasi di area pelabuhan memang belum pernah dilakukan oleh Dinas Perhubungan,” ungkap Muzakir usai rapat koordinasi, Senin (2/11/2026).
Meski memperketat aturan keselamatan, Muzakir memastikan kebijakan ini dirumuskan secara bijak agar tidak sampai melumpuhkan aktivitas ekonomi maupun kelancaran arus bongkar muat barang di pelabuhan.
”Alhamdulillah, rapat berkesimpulan bahwa dalam waktu dekat uji kelayakan akan langsung dilakukan di area pelabuhan berkat sinergi antara Dishub, KSOP, dan instansi terkait,” imbuhnya.
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, ratusan armada yang beroperasi di kawasan pelabuhan nantinya akan dikelompokkan berdasarkan kondisi teknis kendaraan. Truk atau angkutan barang yang dinilai tidak prima—terutama yang berisiko gagal di jalur menanjak—akan diberi tanda khusus dan dilarang beroperasi di jalur-jalur rawan kecelakaan.
Berdasarkan data KSOP Ternate, tercatat ada sekitar 200 unit kendaraan angkutan barang aktif yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Ahmad Yani di bawah naungan puluhan asosiasi angkutan.
”Teknis pelaksanaannya nanti akan diatur secara bertahap. Tujuannya jelas, keselamatan masyarakat terjaga, tetapi distribusi arus barang dari dan menuju pelabuhan tetap berjalan lancar,” pungkas Muzakir. (Erita)




Comment