TERNATE,Sijege.id – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar uji coba pengambilan data pengukuran pelembagaan Pancasila. Kegiatan ini berlangsung di Gamalama Ballroom, Bela Hotel Ternate, Selasa (23/9/2025).
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman dalam setiap dimensi kehidupan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Pancasila bersifat fleksibel, mampu mengikuti perkembangan zaman, dan menjadi fondasi yang menjaga bangsa tetap kokoh.
“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi,” ujar Samsuddin.
Ia berharap, pengambilan data pelembagaan Pancasila dilakukan dengan pendekatan metodologi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, data yang dihimpun bukan hanya faktual, tetapi juga mencerminkan sejauh mana Pancasila telah terinternalisasi dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat.

Samsuddin menambahkan, memperkokoh ideologi Pancasila berarti memastikan pembangunan bangsa selalu berakar pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Tantangan di era globalisasi dan digitalisasi, seperti radikalisme, intoleransi, dan disinformasi, harus dihadapi dengan penguatan ideologi Pancasila.
Sementara itu, Direktur Pelembagaan BPIP, Hotrun Siregar, menjelaskan bahwa pengukuran pelembagaan Pancasila dilakukan sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang BPIP.
Hasil pengukuran ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan strategis maupun teknis dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Misalnya dituangkan dalam rencana kerja pemerintah daerah, sehingga nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi dasar sekaligus tujuan pembangunan di Maluku Utara,” pungkasnya. (erita)
Comment