SIJEGE.ID, TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, menunjukkan komitmen cepat dalam penanganan bencana. Pada Sabtu (11/04/2026), rombongan Pemerintah Provinsi Malut bersama jajaran Forkopimda menyambangi langsung warga terdampak gempa bumi berkekuatan M 7,6 di Pulau Batang Dua.
Kunjungan kerja ini didampingi langsung oleh jajaran Forkopimda Malut, Sekretaris Daerah Kota Ternate, serta sejumlah Anggota DPRD Kota Ternate. Kehadiran para petinggi daerah ini bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat dan melihat langsung kondisi riil di lapangan.
Meninjau Titik Pengungsian
Pasca guncangan hebat tersebut, sebagian besar warga Pulau Batang Dua masih bertahan di titik-titik pengungsian. Gubernur Sherly tampak berdialog langsung dengan para pengungsi untuk memberikan penguatan moril.
Berdasarkan pantauan di lokasi, dampak bencana tidak hanya merusak puluhan rumah warga, tetapi juga menyebabkan beberapa fasilitas umum dan rumah ibadah mengalami kerusakan serius.
”Kami datang untuk memastikan negara hadir di tengah kesulitan warga. Keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat Batang Dua adalah hal yang paling mendesak saat ini,” ujar Gubernur Sherly di sela-sela kunjungannya.
Komitmen Pemulihan Infrastruktur
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sherly dan Wagub Sarbin Sehe menyerap aspirasi dan keluhan warga terkait lambatnya akses logistik dan kondisi hunian yang tidak layak pasca gempa. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi.
Poin-poin Utama Prioritas Pemerintah:
- Pemulihan Infrastruktur: Perbaikan rumah ibadah dan fasilitas umum yang rusak akan segera didata untuk renovasi.
- Skala Prioritas: Penanganan dampak bencana di Batang Dua resmi dijadikan skala prioritas dalam agenda kerja Pemprov Malut tahun ini.
- Logistik Pengungsi: Menjamin ketersediaan bahan pangan dan layanan kesehatan di posko pengungsian.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe menambahkan bahwa sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Ternate akan diperkuat agar proses transisi dari masa tanggap darurat ke masa pemulihan (recovery) berjalan tanpa hambatan birokrasi.
Kunjungan ini diakhiri dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga dan peninjauan langsung ke beberapa bangunan yang mengalami kerusakan paling parah. (Erita)
Comment