Ternate, Sijege.id – Budaya selebrasi kelulusan sekolah telah menjadi tren di kalangan siswa-siswi. Perayaan kelulusan biasanya dengan cara mencoret baju, acara promnight atau malam perpisahan, dan konvoi
Dalam perayaannya juga ada yang mengunakan gedung, group musik band, kostum tematik, yang berkonsekuensi pada pembiayaan yang tinggi.
Menyikapi hal ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah mengingatkan agar perayaan kelulusan diharapkan tidak boleh berlebihan.
Mantan Plt Sekda ini mengajak peran serta orang tua, guru agar memberikan pengertian ke para siswa untuk menyambut kelulusan sekolah dengan penuh rasa syukur dan hindari selebrasi berlebihan.
Ia menyampaikan menjelang pengumuman kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan diumumkan secara daring melalui situs resmi sekolah pada Senin sore, 5 Mei 2025.
“Kelulusan harus disikapi secara positif dan penuh rasa syukur. Selebrasi yang berlebihan tidak lagi relevan dengan tuntutan zaman dan dapat mengganggu ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat,” ujar Kadikbud.
Aka sapaan akrabnya meminta para siswa untuk menghindari perayaan yang melampaui batas kewajaran, seperti konvoi kendaraan bermotor, corat-coret seragam, maupun pesta yang mengganggu lingkungan sekitar.
“Harus ada peran penting peran orang tua dalam mengarahkan anak-anak mereka ke aktivitas yang positif,” lanjut Aka
Kelulusan siswa harus dijadikan titik awal bagi para siswa menatap masa depan persiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.
“Maluku Utara sangat membutuhkan SDM yang unggul. Kami berharap siswa yang lulus dapat terus mengembangkan potensi mereka dan melanjutkan studi untuk masa depan yang lebih baik,” kata Aka.
Comment