Ekonomi
Home / Ekonomi / Bangga Prestasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Skala Nasional

Bangga Prestasi Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Skala Nasional

Screenshot

Ternate, Sijege.id – Provinsi Maluku Utara kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Rabu (5/10/2025), pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada Triwulan III tahun 2025 mencapai 39,10 persen (year on year) — tertinggi di Indonesia.

Pertumbuhan tersebut juga tercatat 2,59 persen (quarter to quarter) dan 35,15 persen (cumulative to cumulative). Laju pertumbuhan yang luar biasa ini didorong oleh hilirisasi industri tambang dan pengolahan mineral di berbagai kawasan industri strategis di wilayah Maluku Utara.

Selain kinerja sektor industri, capaian fiskal pemerintah daerah juga menunjukkan tren positif. Hingga 31 Oktober 2025, realisasi pendapatan APBD mencapai 87,40 persen, masuk kategori zona hijau dan termasuk tertinggi secara nasional. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai 61,61 persen, juga berada di zona hijau dan menempatkan Maluku Utara di posisi ke-17 dari 19 provinsi dengan kinerja keuangan daerah terbaik.

Fokus pada Pemerataan Hasil Pertumbuhan

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa tersebut, namun menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi harus diiringi dengan pemerataan manfaat bagi seluruh masyarakat.

Menkes dan Gubernur Sherly Resmikan Fasilitas Kesehatan Modern

“Kita bersyukur dengan capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi ini, tetapi kita harus memastikan hasilnya dirasakan oleh seluruh masyarakat. Pertumbuhan dari tambang harus menjalar ke sawah, ke pasar, ke koperasi, dan ke rumah-rumah warga,” ujar Gubernur Sherly, Kamis (6/11/2025).

Menurut Gubernur Sherly, Pemerintah Provinsi Maluku Utara kini fokus memperkuat strategi pemerataan ekonomi dan kemandirian daerah melalui sejumlah langkah konkret, antara lain:
• Swasembada beras dan telur, guna memperkuat ketahanan pangan serta menekan ketergantungan terhadap pasokan luar daerah.
• Pengembangan Koperasi Merah Putih, sebagai wadah ekonomi rakyat yang berorientasi pada pemerataan hasil produksi dan perdagangan.
• Program upskilling, reskilling, dan skilling tenaga kerja lokal, agar kompetensi masyarakat sesuai dengan kebutuhan industri modern.
• Penguatan sektor jasa dan UMKM, untuk menumbuhkan perputaran ekonomi di luar sektor tambang.
• Optimalisasi belanja daerah produktif, guna menciptakan efek berganda (multiplier effect) di seluruh wilayah.

“Koperasi Merah Putih kita dorong menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Dari koperasi ini, kita ingin muncul rantai pasok baru untuk pangan, logistik, hingga barang konsumsi yang dikelola masyarakat Maluku Utara,” tambah Gub Sherly.

Ia juga menegaskan, pertumbuhan tinggi baru akan bermakna apabila membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Pertumbuhan yang besar hanya berarti jika membawa manfaat luas. Kita ingin perputaran ekonomi terjadi di dalam Maluku Utara, bukan hanya di kawasan industri,” tutupnya.

Gubernur Sherly Tekankan Peran TAPD sebagai ‘Filter’ Anggaran di Rakornas Pengelolaan Keuangan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement