Intervensi
Home / Intervensi / Catatan Menjelang May Day : Sherly Laos dan Sarbin Sehe Ajak Memanusiakan Manusia Pekerja

Catatan Menjelang May Day : Sherly Laos dan Sarbin Sehe Ajak Memanusiakan Manusia Pekerja

Ternate, Sijege.id – Kamis, 1 Mei 2025 besok para Buruh atau Pekerja diseluruh dunia termasuk di Indonesia dan Provinsi Maluku Utara memperingati Hari Buruh Internasional atau biasanya disebut May Day.

Pemerintah pusat sampai daerah sebagai pemangku kepentingan para Buruh berkewajiban melindungi hak dan keadilan bagi para Buruh.

Gubernur Maluku Utara dengan latar belakang ibu rumah tangga dan pengusaha tentu memiliki interest terhadap isu dan persoalan kaum pekerja Buruh.

Dengan gaya kepemimpinan yang pintar merasa bukan merasa pintar, Sherly Laos mengajak momentum Hari Buruh Internasional untuk memanusiakan manusia, menghormati setiap keringat, dan perjuangan serta mimpi yang dikejar dengan kerja keras para Buruh.

Sejumlah isu dan persoalan Buruh di Maluku Utara juga menjadi atensi serius Pemprov Malut. Seperti PHK karyawan secara sepihak, Sherly meminta Disnakertrans Malut agar tindaklanjuti dan perjuangkan hak pekerja atau karyawan.

Menkes dan Gubernur Sherly Resmikan Fasilitas Kesehatan Modern

“Setiap profesi sangat berharga, setiap tenaga bermakna, bersama wujudkan dunia kerja yang adil, inklusif dan bermartabat,” ujar Sherly.

Selain itu Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe juga menyikapi terkait isu keternagakerjaan persoalan PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) di Halmahera Utara, Sarbin meminta Kadis Nakertrans agar memberikan penanganan secara serius, dengan pendekatan berasakan keadilan pekerja.

Persoalan lainnya terkait Tenaga Kerja Asing di Malut, ini perlu dudukan secara data valid. Karena Disnakertrans dalam menghimpun data tahun 2024, total TKA di Maluku Utara sebanyak 9.245 atau setara 9 persen.

Untuk komposisi tenaga kerja lokal di Maluku Utara yang isunya lebih sedikit dari beberapa asal seperti Jawa, Sulawesi dan Kalimantan, informasi ini juga tidak valid.

Pada Tahun 2024 komposisi tenaga kerja lokal Maluku Utara berjumlah 61.412 atau 60 persen. Sementara tenaga kerja Indonesia Jawa, Sulawesi dan Kalimantan total 31.632 atau hanya 31 persen. (Sumber data Disnakertrans 2024).

Gubernur Sherly Memastikan Harus Lebih Banyak Nelayan Malut Terlindungi

Sherly Laos dan Sarbin Sehe dalam momentum Hari Buruh Internasional, mengajak agar pemerintah daerah dan seluruh pihak terus perjuangkan hak dan kesejahteraan semua pekerja, dengan pendekatan memanusiakan manusia.

“Mari kita memperjuangkan hak dan kesejahteraan semua pekerja tanpa terkecuali. Baik pekerja di darat, di laut, di pabrik, di kantoran, di pasar dan di rumah tangga, tanpa pengecualian,” tegas Sherly dalam momentum May Day. (ef)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement