SOFIFI, Sijege.id — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Maluku Utara terus memacu peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Bumi Moloku Kie Raha. Pada tahun anggaran 2025, DESDM Malut menargetkan pemasangan instalasi listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu di sejumlah desa di Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Sebagai langkah awal percepatan pelaksanaan program tersebut, DESDM Malut menggelar rapat koordinasi bersama Biro Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ) Setda Provinsi Maluku Utara. Rapat berlangsung di Meeting Room DESDM Malut, Sofifi, dan bertujuan memastikan proses pengadaan infrastruktur kelistrikan berjalan sesuai regulasi, transparan, serta tepat sasaran.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan DESDM Malut, Rinto M. Adam, menjelaskan bahwa program pemasangan listrik gratis ini merupakan implementasi langsung dari visi dan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyediaan akses energi.
“Sasaran pemasangan instalasi listrik bagi rumah tangga tidak mampu ini adalah bagian dari program prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Listrik merupakan kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas produktif warga,” ujar Rinto.
Mantan Pimpinan Wilayah ISNU Kota Ternate tersebut menambahkan bahwa program ini juga diarahkan untuk meningkatkan status desa berlistrik di Maluku Utara.
“Saat ini rasio desa berlistrik di Maluku Utara telah mencapai 93,42 persen, sementara rasio elektrifikasi berada di angka 98,98 persen. Kami optimistis capaian ini terus meningkat pada tahun 2025,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang/Jasa BPBJ Malut, Iksan M. Saleh, menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal proses pengadaan agar berjalan sesuai ketentuan hukum dan administrasi.
“BPBJ pada prinsipnya mendukung penuh seluruh proses pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah. Kami siap memberikan pendampingan, advis, serta solusi atas tantangan pengadaan yang mungkin dihadapi di lapangan,” tegas Iksan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Inspektur Ketenagalistrikan DESDM Malut beserta tim teknis kelistrikan. Dari BPBJ Malut, hadir JF Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (PPBJ) Ahli Madya, Mansyur, serta tim JF PPBJ Ahli Muda yang terdiri dari Lutfin Muhammad, Arafat Talaba, Abdul Haris Soleman, Lutfi Achmad, Fitriyah H. Samad, dan Angely Febriana Sagita Hadjoe.
Sinergi antarinstansi ini diharapkan mampu mempercepat proses tender hingga pelaksanaan pemasangan di lapangan, sehingga masyarakat kurang mampu di Kecamatan Oba Utara dapat segera menikmati fasilitas listrik secara resmi pada tahun 2025. (Erita)
Comment