Intervensi
Home / Intervensi / Kasus Bunuh Diri Di Kota Ternate Bermotif Asmara, Pemda Harus Seriusi

Kasus Bunuh Diri Di Kota Ternate Bermotif Asmara, Pemda Harus Seriusi

Foto ilustrasi depresi karena hubungan asmara

SIJEGE.id – Kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Ternate pada saat lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ternyata menjadi kasus sekian dengan motif kematian depresi karena hubungan asmara. Bersadasarkan data Polres Kecamatan Kota Ternate Selatan, di Tahun 2025 sejak bulan januari sampai april tercatat lima kasus bunuh diri.

Menurut Kapolsek Kecamatan Kota Ternate Selatan, Anjun Komisaris Polisi (AKP) Bakri Suahruddin menjelaskan data januari sampai april 2025, terjadi lima kasus bunuh diri dengan motif kematian adalah depresi karena hubungan asmara.

“Tahun 2025 saja dari januari – april kasus bunuh diri terjadi dengan motif kematian adalah mayoritas karena hubungan asmara. Kami berharap ini menjadi perhatian serius di semua tingkatan, khususnya dilingkungan kelurahan, RT/RW dan tokoh masyarakat juga tokoh agama, semoga jadi perhatian serius pemerintah”, ujar Kapolsek Selatan

Sementara itu, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Maluku Utara (HIMPSI) Syaiful Bahry menjelaskan, data kasus bunuh diri di Malut meningkat. Penting kiranya pemerintah daerah agar fokus melaksanakan kebijakan tentang pencegahan bunuh diri.

“Kami dari HIMPSI mengajak dan mengingatkan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di wilayah Malut, agar fokus kebijakan pencegahan bunuh diri. Sebagaimana amanah undang-undang nomor 17 tahun 2023, tentang kesehatan pasal 75 ayat 1 menyebutkan upaya kesehatan jiwa diberikan secara proaktif, terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan sepanjang siklus kehidupan manusia bagi orang yang beresiko, orang dalam gangguan jiwa, dan masyarakat”, ujar Syaiful.

Menkes dan Gubernur Sherly Resmikan Fasilitas Kesehatan Modern

Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah kebijakan sesuai amanah regulasi, intervensi terhadap upaya pencegahan program percobaan bunuh diri.

“Program yang perlu dilakukan yaitu meningkatkan akses masyarakat pada layanan kesehatan mental, layanan konseling dan terapi. Layanan kesehatan mental dapat membantu warga dalam mengalami masalah kesehatan mental, mengelola kondisinya dan mengurangi resiko bunuh diri”, tutup Syaiful. (ek)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement