Penulis : Nuryanti Rasyid (Part 1)
SIJEGE.id – Perempuan memiliki peran sangat penting dalam masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Mereka adalah simbol kekuatan dan kebijaksanaan.
Perempuan di era kini, mampu menunjukkan kekayaan potensi, berani mengambil langkah menghadapi tantangan zaman yang kompleks. Dengan kemampuan multitasking dan kemandirian memungkinkan perempuan untuk tampil sebagai inspirator, pahlawan dalam berbagai aspek kehidupan, dan ini mematahkan stereotipe gender, membuktikan semua hal yang mereka impikan adalah mungkin dan layak diperjuangkan.
*Perempuan dan Politik
Negara menyediakan 30% ruang bagi kaum perempuan berpartisipasi dalam ruang politik. Namun keterwakilan perempuan di politik masih minim dan jauh dari harapan. Perempuan pun dianggap tidak memiliki kemampuan secara kapital, secara sosial dan hanya untuk memenuhi kuota perempuan di parlemen.
*Kualitas lebih penting dari gender
Saya membayangkan ketika parlemen diisi oleh perempuan, maka secara otomatis peran perempuan yang dilabeli dengan peran domestik, akan berubah dan mencegah ketimpangan perempuan dan dampak terhadap kebijakan yang tidak mengakomodasi hak perempuan.
Dilema Rousseff, Presiden perempuan pertama di Amerika Selatan dalam pidato kemenangannya di pemilu Oktober 2010 mengatakan : “saya ingin orang tua yang memiliki anak perempuan memberitahu anaknya, “ya…perempuan bisa”
Ellen Johnson Sirleaf, Presiden Liberia adalah presiden perempuan pertama Afrika yang terpilih pada tahun 2005, membawa sisi sensitivitas keibuannya dalam memimpin.
Engela Merkel, Kanselir Jerman dalam sebuah wawancara 2010 pada TIME, mengatakan “dia memiliki keyakinan, saya tidak pernah meremehkan diri sendiri “
*Maluku Utara dan Politik Perempuan
Meski dalam pusaran politik patriaki, Maluku Utara menjadi meniatur Indonesia dalam percaturan politik kaum perempuan. Di kancah legislatif parlemen Provinsi Maluku Utara, menciptakan sejarah baik karena pernah dipimpin oleh sosok Srikandi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Sementara tinta emas sejarah Maluku Utara dalam bidang politik juga mencatat, dengan kondisi triple minoritas, seorang perempuan bernama Sherly Tjoanda Laos berhasil menduduki kursi panas menjadi Gubernur Maluku Utara perempuan pertama. Dan ini menjadi harapan cerah bagi generasi perempuan berikutnya, menjadi penerus RA. Kartini sang pejuang emansipasi wanita di Indonesia.
Comment