Ternate, Sijege.id – Penilaian lomba 10 program pokok PKK tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2025 dilaksanakan di Kota Ternate Sabtu, 3 Mei 2025 di Kelurahan Ngade Kota Ternate Selatan.
Tim Pengerak PKK di 10 kabupaten dan kota mulai pengembangan masing-masing kelompok kerja (pokja) guna mempersiapkan evaluasi dan penilaian 10 program pokok PKK di masing-masing kabupaten dan kota.
Salah satunya Kota Ternate menjatuhkan pilihan pada Kelurahan Fitu dari 77 Kelurahan di Kota Ternate menjadi juara lomba tingkat Kecamatan dan akan mewakili Kota Ternate pada tingkat provinsi.
Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara Hj. Rusni Sarbin, hadir bersama pengurus provinsi, serta tampak kehadiran Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman mendampingi Ketua TP PKK Kota Ternate Marliza M. Tauhid, serta tim penilai dari provinsi.
Hj. Rusni Sarbin memberikan apresiasi dan dukugan atas kinerja dan keseriusan Ketua TP PKK Kota Ternate dan seluruh pengurus serta dukungan Wali Kota Ternate, memudahkan semua program kerja PKK Kota Ternate yang tentu saja sesuai kebutuhan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui 10 program PKK kami berharap terus terjalin kolaborasi dan sinergi agar peran dan kehadiran Tim Pengerak PKK terus dirasakan manfaatnya bagi masyarakat”, tegas Hj. Rusni optimis.

Ada sejumlah aspek penilaian dalam lomba 10 program pokok PKK, seperti Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), inovasi lingkungan, kebersihan, serta pemanfaatan pekarangan.
“Inovasi dan pengelolaan tanaman di pekarangan biasanya mendapat nilai tertinggi, lomba ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” ujar Marliza M. Tauhid,
Meski masih ada kekurangan, potensi dan keunggulan di Kelurahan Fitu terus kami maksimalkan, kami optimistis Fitu bisa melaju ke tingkat nasional” ujarnya. Merliza.
Terdapat capaian Pokja PKK Fitu antara lain, Pokja I: Sosialisasi pola asuh anak dan remaja melalui pengajian dan simulasi, termasuk pembinaan Majelis Taklim Ummu Khairah. Pokja II: Dua kelompok UP2K yakni Laguna (ikan asap) dan Makaeling (olahan sagu), yang telah berkembang secara ekonomi sejak 2024.
Pokja III: Pemanfaatan pekarangan oleh 80% warga dengan tanaman sayur, buah, dan tanaman obat keluarga (TOGA). Dan Pokja IV: Layanan Posyandu Terintegrasi, serta pengelolaan Bank Sampah dengan 19 anggota tetap yang memiliki tabungan hasil penjualan sampah.
Penilaian dan evaluasi ini melalui program kerja 10 program pokok PKK tingkat Provinsi Maluku Utara yang hasilnya bisa menjadi wakil Provinsi ditingkat nasional. (angga)
Comment