SOFIFI, Sijege.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara resmi mengeluarkan surat peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Maluku Utara selama sepekan ke depan, terhitung mulai tanggal 05 hingga 11 Januari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul rilis prospek cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Babullah Ternate.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, S.IP, M.Si, menginstruksikan seluruh jajaran BPBD Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Instruksi untuk BPBD Kabupaten/Kota
Dalam surat bernomor 300.2.1/007/BPBD tersebut, BPBD Provinsi menekankan beberapa poin krusial bagi petugas di lapangan:
- Koordinasi Ketat: Meningkatkan komunikasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi ancaman bencana Hidrometeorologi (banjir, longsor, angin kencang).
- Pantauan Real-time: Terus memantau kondisi lapangan, curah hujan, dan tinggi muka air, serta menyebarluaskan informasi peringatan ke wilayah terdampak.
- Kesiapan Evakuasi: Memastikan ketersediaan rambu-rambu bencana dan jalur evakuasi dalam kondisi siap pakai.
Himbauan untuk Masyarakat
Selain instruksi bagi petugas, BPBD juga meminta masyarakat Maluku Utara untuk tetap tenang namun waspada dengan melakukan langkah-langkah antisipasi mandiri:
- Kenali Lingkungan: Pahami potensi bencana di sekitar tempat tinggal, terutama bagi warga di area pesisir dan perbukitan.
- Evakuasi Dini: Jangan menunggu bencana datang. Segera mengungsi ke tempat aman jika melihat tanda-tanda potensi banjir atau tanah longsor.
- Hindari Area Berisiko: Jauhi pohon-pohon besar yang rawan tumbang dan kurangi aktivitas di wilayah rawan.
- Cek Transportasi: Bagi warga yang akan bepergian, pastikan mengecek prakiraan cuaca sebelum menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara.
”Kami meminta masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Babullah Ternate agar tidak termakan informasi yang tidak jelas sumbernya,” ujar Fehby Alting di Sofifi, Senin (05/01/2026).
Masyarakat diharapkan tetap siaga mengingat kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. (Erita)
Comment