Ternate,Sijege.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara, hari ini Minggu (23/11) memberangkatkan 30 peserta jemaat wisata rohani ke Yerusalem.
Menurut Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, seluruh perserta yang berjumlah 30 orang, sudah bertolak dari Bandara Sultan Baabullah Ternate, menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
“Sesuai jadwal perjalanan tour and tavel, 30 peserta setelah tiba di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, akan transit selama kurang lebih 5 jam ruang tunggu international. Dan langsung menuju Bandara internasional terdekat dengan Yerusalem yaitu, Bandara Internasional Ben Gurion (TLV), yang terletak di dekat Tel Aviv, sekitar 45 km dari Yerusalem,” ujar Karo.
Ia juga menyampaikan, di Tahun 2025 ada peningkatan jumlah peserta dan perjalanan wisata rohani Yerusalem, tujuannya adalah memperkaya dan memperdalam jejak sejarah dan tempat-tempat suci keagamaan.
“Perjalanan ini bukan sekadar wisata, tetapi merupakan pengalaman spiritual yang transformatif, tempat untuk refleksi, berdoa, dan merasakan kedekatan dengan Tuhan, yang harapannya ketika kembali ke tanah air khususnya Provinsi Maluku Utara, dapat terus memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat,” tegas Asrul.
Selain itu apresiasi juga hadir dari Tokoh Agama Franky Charles Hadi, salah satu peserta wisata rohani asal Kabupaten Halmahera Barat.
Mewakili 30 peserta, Ia sangat bersyukur dan ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos dan H. Sarbin Sehe, telah mencanangkan program ini, memberikan kesempatan untuk mempelajari sejarah peradaban agama, dan mengambil pelajaran dan hikmah.
“Kami sangat bersyukur dan sampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan H. Sarbin Sehe, menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan sosial dan mempererat ikatan antar umat beragama melalui program wisata religi tidak hanya bagi Tokoh Agama dan Rohaniawan Nasrani tapi juga untuk saudara kita yang Muslim dan seluruh agama dan kepercayaan,” ujar Pendeta Franky.
Perjalanan wisata rohani selama 9 hari ini, akan mengunjungi, dan mempelajari beberapa pusat peradaban seperti, di Betlehem, pusat Greja Coptic di Mesir, tempat Keluarga Kudus mengungsi di Mesir, tempat Bayi Musa dihanyutkan di Sungai Nil, salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
Pendeta Franky juga mewakili seluruh peserta wisata rohani, berikan apresiasi dan terima kasih atas palayanan dari pihak pelaksana dalam hal ini, Biro Kesra Setda Provinsi Maluku Utara pihak Yayasan, serta Tour and Travel, telah memberikan pelayanan secara baik dan profesional. (Tim)
Comment