Ternate,Sijege.id – Kepemimpinan Gubernur Perempuan pertama di Provinsi Maluku Utara awalnya banyak diragukan oleh berbagai kalangan. Sherly Tjoanda Laos cenderung dianggap para kompetitor akan sulit melakukan perubahan ke arah lebih baik.
Namun realitasnya berbeda, dalam kurun waktu 100 hari kerja pemerintahan Sherly Tjoanda Laos dan Sarbin Sehe justru memberikan angin segar membuktikan program pro rakyat dan berdampak bagi masyarakat Maluku Utara.
Menurut Politisi Partai NasDem Husni Bopeng berpendapat, arah kebijakan dalam kurung waktu 100 hari pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan Sarbin Sehe, patut diacungkan jempol.
Dalam penilaian Sekretaris DPW Partai Nasdem Malut ini, terobosan dan inovasi meski dalam kondisi efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden Prabowo dan Mendagri, namun dampak program pro rakyat sangat terasa.
“Mulai dari kesehatan gratis berani menjadikan 10 kabupaten dan kota sebagai prioritas Universal Health Coverage (UHC), dimana memudahkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat hanya dengan Kartu Tanda Penduduk atau Kartu Keluarga sudah bisa berobat gratis BPJS kesehatan,” ujar Nini Bopeng sapaan akrabnya.
Capaian Sherly – Sarbin di Bidang Kesehatan
Salah satu kekuatan Gubernur Sherly Tjoanda Laos yaitu kemampuan melobi di jajaran Kementerian di pusat Jakarta. Dalam 100 hari terlihat hasil konkret, diantaranya capaian di bidang kesehatan yaitu :
- Mempercepat pembangunan Rumah Sakit Daerah baru di Kabupaten Pulau Taliabu dan Halmahera Timur dan Menteri Kesehatan langsung turun melihat langsung kondisi Fasyankes, sekaligus meletakkan batu pertama pembagunan RSUD.
- Penandatangan Universal Health Coverage Prioritas, secara parsial awal bulan juni 2025, kemudahan bagi masyarakat Malut di 10 kab/kota cukup dengan NIK, warga Malut dapat berobat di rumah sakit mana saja di Indonesia.
Selain itu dalam kurung waktu 100 hari kerja, pemerintahan Sherly – Sarbin sangat terasa dalam bidang pendidikan. Selama ini pungutan iuran komite menjadi kegelisahan masyarakat Maluku Utara khususnya para ibu rumah tangga.
Menurut Muksin Amrin Politisi Partai Kebangkitan Bangsa, kesungguhan pada Pendidikan dibuktikan lewat refokusing dan realokasi anggaran APBD Tahun 2025 hingga Rp. 63,3 Miliar. Mulai dari pembebasan komite sekolah tingkat menengah sampai kemudahan akses pendidikan di perguruan tinggi bagi generasi Maluku Utara.
Capaian Prioritas Pendidikan SMA dan Perguruan Tinggi

Pemerintahan Sherly dan Sarbin juga menitikberatkan pada prioritas pendidikan berbasis kebutuhan dan kegelisahan yang di alami masyarakat Maluku Utara. Berikut bukti keseriusan prioritas pendidikan dalam 100 hari kerja sebagai berikut :
- April 2025, kebijakan mencabut pungutan Komite Sekolah Negeri (SMA,SMK,SLB), dengan kebijakan subsidi Rp. 34 miliar Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
- Tunggakan uang komite dari siswa berhasil diputihkan sebanyak 2.330 ijasah kelulusan yang tertahan disekolah harus diserahkan kepada seluruh kelulusan siswa.
- Mulai Juli 2025, sekolah swasta dan madrasah ikut menikmati BOSDA. Sherly – Sarbin ingin agar Negara harus berdiri paling depan saat seorang anak nyaris putus sekolah karena tak sanggup bayar. Disitulah kehadiran Sherly-Sarbin.
- Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan dan Rehab 64 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB, dan sebanyak 54 bangunan sekolah dari alokasi APBN.
- Program Beasiswa dengan kerjasama 27 Kampus negeri maupun swasta. Terbukanya kesempatan belajar ke perguruan tinggi juga semakin lebar lewat beasiswa Maluku Utara Bangkit.
- Pemprov Malut juga bersinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, untuk membuka gerbang 53 negara tujuan bagi Putra Putri Malut, memasuki kampus top unggulan 100 di dunia untuk reguler dan top unggulan 200 di dunia untuk afirmasi, serta kampus yang berakreditasi A untuk dalam negeri.
“Kami Partai PKB memberikan apresiasi pada program pendidikan Sherly-Sarbin, seperti keseriusan tindaklanjuti tentang Sekolah Rakyat, ini menjadi pintu gerbang kesuksesan masyarakat kurang mampu, Sekolah Rakyat segera beroperasi pada tahun ajaran baru pada juli 2025. Ini menjadi 1 dari 100 daerah yang siap menjalankan program prioritas Presiden dalam bidang Pendidikan inklusif,” ujar Muksin.
Capaian Sherly – Sarbin Dalam Pengembangan Sosial dan Ekonomi Masyarakat
Provinsi Maluku Utara memiliki keistimewaan dari aspek iklim investasi dan ekonomi. Dalam 100 hari kerja Sherly dan Sarbin juga terdapat upaya menjaga stabilitas regulasi dan iklim investasi yang kondusif.

Beberapa capaian yang dilakukan selama 100 hari kerja terkait menjaga iklim investasi yang kondusif, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi masyarakat sebagai berikut :
- Penandatanganan MoU dengan Kepolisian Daerah Maluku Utara dan Kodam XV / Pattimura untuk menjamin rasa aman rakyat dan investasi serta Kejaksaan Tinggi Negeri untuk Pendampingan Hukum.
- Pameran bursa kerja atau Job Fair melibatkan sebanyak 12.252 pelamar dengan antusias memilih 3.244 lowongan dari 21 perusahaan, dan membuka pintu untuk pemaganagan dan peluang kerja ke Jepang.
- Bantuan bagi perekonomian nelayan seperti bantuan pengadaan alat tangkap, cold stroge, pabrik es, dan bibit rumput laut total senilai Rp. 50 miliar.
- Launching Kampung Nelayan Modern Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate, agar nelayan naik kelas bukan hanya menangkap, tapi menjaga mutu dan nilai jual.
- 700 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga masuk dalam 100 hari kerja akan di bangun rumah layak huni. dapur sehat dan air bersih.
- Reformasi birokrasi dengan mengangkat 1.394 PPPK baru dan siap mengisi pos pelayanan
- Penerapan absensi aplikasi palm vein memastikan ASN hadir dan melayani bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
100 hari kerja Sherly – Sarbin mendapat apresiasi dari berbagai pihak, sebagai bentuk konkret pengabdian dan dedikasi kepada rakyat Maluku Utara. Ini menjadi bukti nyata bahwa mimpi dan impian mendiang Benny Laos, suami Gubernur Sherly Tjoanda Laos mulai bisa diwujudkan dalam fase singkat pemerintahan.
Maluku Utara siap bangkit, Negeri Moloku Kie Raha berdiri tegak, bermartabat, berdaulat mandiri dan berkeadilan. Pemerintahan Sherly Tjoanda Laos dan Sarbin Sehe tentunya akan berkelanjutan, capaian 100 hari kerja menjadi ukuran bahwa 5 tahun kedepan akan terjadi perubahan ke arah lebih baik untuk kesejahteraan rakyat Maluku Utara Bangkit. (ef)
Comment