Ternate,Sijege.id – Gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos memaparkan tujuan Koperasi Merah Putih di Maluku Utara sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan dan energi, menghubungkan produksi desa ke pasar melalui rantai pasok digital, dan menjadi pusat literasi keuangan bagi UMKM, petani, dan nelayan.
Diketahui bahwa Koperasi Merah Putih sebagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bersinergi dengan program lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Diharapkan implementasi program ini dapat mewujudkan peningkatan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di seluruh provinsi termasuk Maluku Utara.
“Koperasi Merah Putih adalah jembatan antara semangat Asta Cita “membangun dari desa dan kelurahan” dan kebutuhan riil masyarakat Maluku Utara,”
Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam program 100 hari kerja secara serius tindaklanjuti Program Koperasi Merah Putih sebagai Asta Cita Presiden Prabowo di Maluku Utara. Hingga tanggal 30 Mei 2025, telah berdiri 912 koperasi atau 77% dari total desa/kelurahan di Provinsi Maluku Utara.
Ini terus menunjukkan progres signifikan dan akan lebih dioptimalkan sesuai arahan Presiden RI mengumumkan peluncuran 80.000 koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan akan dilakukan launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bertepatan pada Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.
Menurut Gubernur Sherly Tjoanda Presiden Republik Indonesia sangat mendukung segala upaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Koperasi Merah Putih adalah jembatan antara semangat Asta Cita “membangun dari desa dan kelurahan” dan kebutuhan riil masyarakat Maluku Utara,” ujar Gubernur Sherly.
Adapun capaian Koperasi Merah Putih di 10 Kabupaten/Kota di Maluku Utara terus menunjukan progres pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Pulau Morotai, Halmahera Utara progresnya 100 persen.
Sementara Halmahera Barat 91 persen, Halmahera Selatan 76 persen, Halmahera Timur 72 persen, Kota Tidore Kepulauan (64 koperasi), Ternate (50 koperasi) dan Kepulauan: Sula (61), Taliabu (55) fokus pada perikanan tangkap & pala organic.
“Koperasi Merah Putih adalah mesin penggerak ekonomi rakyat yang nyata. Ini adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo, untuk kedaulatan pangan, kepribadian dalam budaya, dan keadilan bagi seluruh rakyat,” tutup Gubernur Sherly. (ef)
Comment