Inspirasi
Home / Inspirasi / Gubernur Sherly Kunjungi Pasien Bayi 23 Bulan Warga Kelurahan Sangaji Menderita Sakit Langka di RSCM Jakarta

Gubernur Sherly Kunjungi Pasien Bayi 23 Bulan Warga Kelurahan Sangaji Menderita Sakit Langka di RSCM Jakarta

Jakarta,Sijege.id – Qarissah Permata Akli, seorang bayi berusia 23 bulan terpaksa harus dirawat rujukan ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta di ruang infeksi Gedung Kiara Lantai 9 Kamar 918.

Seorang Bayi warga Kelurahan Sangaji, menderita sakit langka dari jutuaan anak Indonesia. Di diagnosa belum tegak, sementara masih dicurigai menderita citrin deficiency yang memerlukan proses tes genetik, di negeri Paman Sam Amerika Serikat.

Merespon hal ini, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos langsung berkunjung melihat pasien.

Gubernur perempuan Maluku Utara ini sangat responsif dan peduli kesehatan Warga Maluku Utara. Hanya dengan bermodal laporan medsos, atau pesan hanphone whatsup, tanpa berbelit-belit, proses birokrasi panjang langsung tindaklanjuti dan datang berkunjung.

Bayi Qarissah diketahui sakit sejak usia 8 bulan. Sebelumnya Kaka Qarissah juga menderita gejala yang sama namun tidak dapat bertahan hidup, akhirnya meninggal setelah proses panjang berobat.

RSJ Sofifi Layani Pasien BPJS Kesehatan, Perluas Akses Layanan Kesehatan Jiwa di Maluku Utara

Bayi Qarrisah Pasien rujukan dari RSUD Chasan Busori Ternate, dicurigai kolestasis atresia billier atau semacam sakit langka faktor genetika.

Meski dalam proses rujukan di menjadi tangungan jaminan BPJS Kesehatan, namun biaya kebutuhan lain seperti susu khusus puramino dan mesin syringe pump, serta tes genetik ke Amerika Serikat dan asam amino tes ke Negara India, tidak bisa di cover jaminan BPJS Kesehatan.

Gubernur Sherly mendengar hal ini, langsung turun berkunjung dan disambut Direktur Utama RSCM dan Tim Medis yang menangani Bayi Qarissah, Sabtu siang pukul 11.00 WIB, 5 Juli 2025.

Dalam kunjungannya, Gubernur Sherly meminta penjelasan Tim Medis RSCM yang menangangi pasien, dan meminta rincian kebutuhan pasien yang tidak menjadi tanggungan jaminan BPJS kesehatan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan Gubernur.

“Dari hasil kunjungan ini selaku Pemerintah Provinsi Maluku Utara, tugas dan kewenangan kami melindungi dan memberikan jaminan kesehatan kepada Bayi Qarissah 23 bulan warga Kota Ternate, yang sementara di rujuk di RSCM Jakarta, harus secara maksimal,” ujar Gubernur Sherly.

Gubernur Sherly Kawal Penuh Program ‘Sekolah Rakyat’ Presiden Prabowo di Maluku Utara

Gubernur Sherly ingin memastikan apa saja kebutuhan pasien dan dari hasil diskusi dengan Tim Medis yang menangani Bayi Qarissah akan dibuatkan rincian daftar kebutuhan untuk diserahkan ke Gubernur Sherly.

Ibu dari pasien Bayi Qarissah, Dwi Ariezkha Putri, sangat terharu dengan kehadiran dan kepedulian Gubernur Sherly, bisa begitu baik dan responsif atas kondisi kesehatan anaknya.

“Kami bersyukur dan terharu sekali atas kepedulian Ibu Gubernur Sherly, Qarissah adalah anak kedua yang menderita sakit genetik ini, sebelumnya anak kami yang kedua juga mengalami hal yang sama, tidak dapat tertolong, dan akhirnya meninggal dunia. Hanya Qarissah putri kami ini dengan harapan bisa bertahan hidup,” ucap Dwi Ibunda Bayi Qarissah dengan penuh haru.

Orang tua Qarissah sangat berharap kehadiran Gubernur Sherly dengan penuh rasa kepeduliannya bisa membantu proses pengobatan berkelanjutan sampai proses penyembuhan.

Selain melihat Bayi Qarissah di ruang yang sama 918 terdapat juga pasien anak bayi dari berbagai provinsi seperti Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat, Gubernur Sherly juga sekaligus dengan rasa keibuannya mendatangi dan melihat kondisi anak-anak penderita khusus tersebut.

Maluku Utara Tembus 3 Besar Nasional Zona Hijau KPK: Bukti Kepemimpinan Bersih Sherly-Sarbin

Gubernur memberikan bantuan santunan secara pribadi berupa uang tunai dan sekaligus membuat video ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi, agar dapat memberikan bantuan biaya obat untuk pasien warga Kerawang Jabar, yang tidak bisa ditanggung jaminan BPJS Kesehatan. (erita)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement