Fangare
Home / Fangare / Menyambut Ela-Ela, Tradisi Ternate Malam Lailatul Qodar

Menyambut Ela-Ela, Tradisi Ternate Malam Lailatul Qodar

Ela-ela menjadi tradisi masyarakat muslim Ternate menjelang Lailatul Qadar

Warga muslim Ternate memiliki cara yang khas dalam menyambut malam ela-ela tersebut. Dalam tradisi ramadan warga muslim Ternate meyakini bahwa tanggal 27 Ramadan itu sebagai waktu malam Lailatul Qadar.

Pada malam Lailatul Qadar, warga Ternate pasti sibuk berziarah ke kuburan orang tua, atau keluarga yang telah meninggal. Para penjual api obor dari bambu akan tampak ramai di setiap sudut kota Ternate. Warga pun sibuk membeli dan menyiapkan api obor di halaman rumah warga.

Pemkot Ternate biasanya melaksanakan festival ela-ela, karena tradisi ini hanya di bulan Ramadan setahun sekali. Setiap kampung di kelurahan masing-masing ramai menghiasi sepanjang jalan, lorong menjadi kampung bersinar terang.

Antusias warga mulai dari usia anak dan remaja, akan memegang obor dan berjalan meneriaki kalimat khas, “ela-ela pake jam jam to Suba jou”, mengelilingi kampung masing-masing dengan riang gembira.

Tasman Balak Fraksi Gerindra Bersuara Perbaikan Pelayanan Publik

Ela ela pake jam jam to, Suba jo” menjadi kalimat yang begitu familiar saat malam ela-ela. Karena masyarakat awal peradaban Jazirah Molokiyah sudah mengenal Tuhan atau lebih tepatnya memiliki agama sebelum masuknya Agama Islam. Masyarakat muslim Ternate, mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan selalu memuja Tuhan di setiap hajat hidup mereka, salah satunya dengan tradisi “Ela ela”.

Selain pawai obor, warga biasanya bermain bola api dari kulit kelapa yang dibakar. Secara riang gembira permainan bola api meski menyala saat ditendang, kaki dengan kondisi telanjang tapi tidak menimbulkan luka bakar. Biasanya permainan bola api ini dimainkan di tanah lapang. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement