Inspirasi
Home / Inspirasi / Staf IGD RSUD Chasan Busori Ferry Adref Raih Gelar Doktor Pertama

Staf IGD RSUD Chasan Busori Ferry Adref Raih Gelar Doktor Pertama

Ternate, Sijege.id – Permasalahan Rumah Sakit Daerah di Provinsi Maluku Utara yang paling subtansi yaitu terkait pengelolaan sumber daya manusia khususnya tenaga keperawatan.

Hal ini terungkap dari hasil temuan Doktor lulusan STIE AMKOP Makassar, adalah gelar Doktor  (Dr) pertama di RSUD dr H Chasan Boesoiri Ternate,  berhasil diraih oleh Dr. Ferry Adref, S.Kep.Ns.M.Kep, yang keseharianya sebagai Staf Keperawatan di instalasi Gawat Darurat RSUD dr H Chasan Boesoirie Ternate.

Disertasi berjudul Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Kompetensi Staf keperawatan dan Supervisi Keperawatan Terhadap kinerja Staf klinis Keperawatan Melalui Profesionalisme Kerja dan komitmen Organisasi pada Rumah Sakit di Provinsi Maluku Utara, berhasil dipresentasikan di depan Professor Penguji, Senin 20 Agustus 2025, bertempat di Gedung Ujian Mini Theater Pasca Sarjana STIE AMKOP Makassar.

Menurut peneliti Doktor Ferry Adref, ada beberapa latar belakang permasalahan penelitian adanya GAP fenomena terkait kinerja staf keperawatan di rumah sakit di Maluku Utara seperti :

  • Rendahnya kepatuhan terhadap Standart Operational Prosedur (SOP),
  • Respon time perawat dalam pelayanan,
  • Kurangnya partisipasi dalam peningkatan Kompetensi dan pendidikan berkelanjutan,
  • Kualitas komunikasi perawat pada pasien dan keluarga yg berdampak pada kepuasan pelanggan,
  • Organisasi baik rumah sakit, maupun pemerintah daerah dengan kinerja aktual perawat belum maksimal,
  • Alokasi anggaran pengembangan SDM belum memadai,
  • Capaian standart pelayanan minimum terkait pengembanhan SDM belum mencapai standar.

“Masih minim dijumpai kajian terkait manajemen kinerja keperawatan di wilayah timur, khususnya di Provinsi Maluku utara. Penelitian ini diharapkan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM, sehingga kinerja pelayanan dapat tercapai secara optimal,” ujar Doktor Ferry.

Gubernur Sherly Kawal Penuh Program ‘Sekolah Rakyat’ Presiden Prabowo di Maluku Utara

Selain itu, melalui hasil disertasi ini diharapkan, pihak manajemen rumah sakit di Malut, perlu memperkuat sistem evaluasi kinerja secara lebih objektif, transparan dan berbasis indikator mutu pelayanan, agar setiap staf termotivasi terus meningkatkan profesionalismenya.

Doktor managemen pertama di RSUD Chasan Busori Ternate ini berharap, ada implikasi dari hasil penelitiannya.

“Secara teoritis memperkuat teori pengembangan SDM, kompetensi, supervisi, profesionalisme dan komitmen organisasi, sebagai faktor dalam penentu kinerja staf klinis keperawatan. Dan secara praktis menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit, meningkatkan kualitas layanan melalui program pengembangan SDM, rekrutmen berbasis kompetensi, supervisi efektif, pembinaan profesionalisme, dan penguatan komitmen kinerja,” ujarnya.

Sementara dari sisi kebijakan, penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan strategi bagi rumah sakit di daerah Maluku Utara dan Pemerintah Daerah, dalam merancang kebijakan peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

Doktor Ferry Adref selama ini dikenal sudah mengabdi sebagai perawat di Malut selama 21 tahun.

Maluku Utara Tembus 3 Besar Nasional Zona Hijau KPK: Bukti Kepemimpinan Bersih Sherly-Sarbin

Penelitiannya mendorong agar RSUD di Provinsi Malut, lebih menekankan pengembangan kompetensi staf klinis keperawatan, melalui program pelatihan berkelanjutan, sertifikasi profesi serta peningkatan kemampuan tehnis dan non tehnis, yang relevan dengan standar pelayanan kesehatan.

“Saya siap dalam berkontribusi tenaga dan gagasan, capaian atas jejang Doktor ini tidak terhenti hanya pada teori, namun berkomitmen memberikan sumbangsih praktis bagi kemajuan dan pelayanan rumah sakit daerah di Malut lebih baik dan profesional dalam pelayanan,” tutupnya. (Erita)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement