Inspirasi
Home / Inspirasi / Festival Qasidah Rebana 2025 Pelestarian Seni Islam

Festival Qasidah Rebana 2025 Pelestarian Seni Islam

Sofifi,Sijege.id – Malam puncak Festival Qasidah Rebana dan Bintang Vokalis Maluku Utara resmi memasuki penghujung, Sabtu (29/11).

Festival yang dihelat selama tiga hari, oleh Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Maluku Utara, diikuti 400 peserta dari 10 kabulaten/kota, berlangsung di Alun-alun Bundaran 40 Sofifi.

Para peserta menampilkan berbagai lagu Islami yang kaya akan makna dan pesan moral, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Doa dan Zikir Bersama Untuk Bencana Sumatera Aceh

Kegiatan diawali dengan dzikir dan tahlil bersama untuk para korban bencana banjir Aceh. Lantunan sholawat. istighfar dan dzikir dengan merdu menggema di Alun-Alun Bundaran 40 malam itu dipimpin oleh Imam Masjid Shaful Khairaat, Irwan Tomasoa.

Gubernur Sherly Kawal Penuh Program ‘Sekolah Rakyat’ Presiden Prabowo di Maluku Utara

Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A Kadir dengan takzim mengawali sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan seni Islam melalui qasidah rebana.

Sekprov menilai lomba qasidah ini bukan sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami.

Dirinya juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba. Ia berpesan agar kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berdakwah melalui seni. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, agar terus berlatih dan berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang.

Komitmen Muslimat NU Bagi Pembangunan

Sementara itu, Sekjen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya, Drs. H. Inu Aminuddin, mengungkapkan festival ini adalah bentuk komitmen Muslimat NU Maluku Utara dalam mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah. 

Maluku Utara Tembus 3 Besar Nasional Zona Hijau KPK: Bukti Kepemimpinan Bersih Sherly-Sarbin

“Juga upaya menjaga ruang-ruang kebaikan, memberdayakan perempuan, serta membina akhlak keluarga” ujarnya singkat.

MOU Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

Dalam acara juga dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas P3A Maluku Utara dan Muslimat NU untuk komitmen bersama pencegahan kekerasan perempuan dan anak yang disaksikan langsung Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara.

Diharapkan melalui penandatanganan ini, perempuan dan anak di Maluku Utara mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan.

Malam puncak festival turut dihadiri Sekjen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya, Dewan Juri Qasidah Nasional, Ketua TP PKK Maluku Utara, Ketua DWP Maluku Utara, Dewan Pakar Muslimat NU, Kepala Dinas DP3A, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kontingen dari Kabupaten/Kota, serta masyarakat Sofifi yang tumpah ruah memadati area alun-alun.

Dari Sofifi untuk Sumatera: Konser Amal ‘Siga Raha’ Cahaya Kebaikan Penghujung Tahun 2025

Berkah juga dirasakan oleh pedagang yang menjajakan makanan/minuman, mainan di sekitar venue. Terlihat kerumunan pengunjung menikmati aneka jajanan, sambil santai merasakan indahnya Ibu Kota Sofifi di malam hari.

Festival ini tak hanya menjadi arena kompetisi seni religi, tetapi juga ruang pertemuan budaya, persaudaraan serta geliat ekonomi UKM masyarakat Maluku Utara. (Erita)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Advertisement
× Advertisement